Naskah Dramaku adalah Cerita Hidupku
LIKA
– LIKU SEBUAH KELUAGA
Di sebuah perkampungan,terdapat
satu keluaga yang mempunyai 1 orang anak,dan keluarga itu tinggal berdempetan
dengan rumah ibu sang istri.pada keluaga ini pak iin adalah menjadi kepala
keluaga,dengan seorang istri yaitu ibu aan,dan seorang anak yang bernana Irma
yang masih duduk dibangku kelas 5 SD.
Di senin pagi yang cerah Irma
memulai aktifitasnya untuk pergi sekolah.
Irma
: “ibu,ima pergi sekolah dulu ya.”
Ibu
aan: “iya,hati-hati ya nak,ini uang jajannya.jangan dibelikan dengan yang tidak
berguna ya!”
(hanya
memberikan uang jajan Rp. 1000 -, saja).
Irma
: “mengapa aku hanya diberi seribu
saja bu?biasanya kan ibu memberiku dua ribu.”
Ibu
aan: “sayang,sekarang ibu dan ayah sedang tidak terlalu punya banyak uang.dan
kita harus
Bisa berhemat.oleh sebab itu ibu terpaksa harus mengurangi uang jajan
mu.tapi ima
Tidak perlu khawatir,karena allah tidak akan membiarkan kita hidup
seperti ini terus-
Menerus.dan uang jajan ima tidak akan dikurangi lagi.”
Irma
: “oo begitu ya bu,yasudahlah tidak
apa-apa.yang penting ima masih mempunyai uang
Untuk dijajankan.assalamu’alaikum bu..”(mencium tangan ibunya).”
Ibu
aan: “wa’alaikum salam..”(maafkan ibu nak..) ibu berkata dalam hatinya sambil
menatap
Anaknya yang mulai menjauh dari rumah.
Irma pun sudah sampai disekolah dan
begabung dengan teman-temannya dikelas.
Irma
: “hai icha!”
Icha
: “hai Irma!”
Irma
: “cha,kamu sudah mengerjakan PR
matematika?”
Icha
: “sudah,kamu sendiri?”
Irma
: “aku juga sudah.coba aku lihat punya
mu..”
Lalu tiba-tiba teman Irma Jessika
yang terkenal berperilaku kurang baik alias sombong karena kekayaannya datang
menghampiri Irma dan icha dan langsung mengambil buku matematika Irma tanpa
meminta ijin.
Jessika
: “oups,!hmm ini buku matematika mu ya Irma!apakah kamu sudah mengerjakannya?”
Irma
: “sudah.memangnya kenapa?kembalikan
bukuku!kau mengambil bukuku tanpa ijin!”
Jessika
: “kalau begitu aku ingin meminjam buku mu ini untuk mengerjakan PR ku.karena
Semalam aku habis ke mall dengan orang tuaku,makannya aku tidak sempat
menger-
Jakan tugas.”
Irma
: “tapi…..”
Jessika
: “eit!tidak usah memakai kata tapi-tapi!pokoknya aku pinjam bukumu
ini!”(jessika
Memaksa untuk meminjam buku Irma dan lekas pergi ke tempat duduknya).
Irma
: (Irma hanya berdiam pasrah).
Icha
: “sabar ya Irma.orang seperti dia
tidak usah diladeni!biarkan saja.suatu saat nanti pasti
dia akan mendapatkan balasannya!”(icha berusaha untuk menghiburnya).
Bel masuk pun berbunyi tanda dimulainya
kegiatan belajar mengajar.
***
Dirumah,ibu aan tengah membereskan
rumahnya dan memasak sebagaimana yang dilakukan ibu rumah tangga lainnya.sedangkan
pak iin sedang memperbaiki radio yang bisa dibilang sudah cukup usang.ditengah perkerjaannya
masing-masing itu,ibu aan yang berada didapur dengan jarak yang tidak terlalu
jauh dengan tempat pak iin memulai untuk mengobrolkan sesuatu.
Ibu
aan : “pak,bagaimana ini?keungan kita semakin menipis,dah hutang-hutang semakin
melilit.”
Pak
iin : “bagaimana ya bu,bapak sendiri
bingung.oh iya kemarin ada teman bapak yang
menawarkan kepada bapak untuk bekerja sebagai operator beko di Sumatra.
untuk gajinya sendiri dia bilang cukup lumayan.tapi..apa ibu dan Irma
tidak apa-apa
kalau bapak tinggalkan untuk merantau?
ibu
aan : “kalau menurut ibu lebih baik diterima lah pak.daripada bapak disini
penghasilannya juga hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari saja.apa
salahnya
jika pekerjaan itu diambil”
pak
iin : “lalu ibu dan Irma bagaimana?bapak tidak punya banyak uang untuk biaya
sehari-hari
ibu dan Irma selama bapak di Sumatra.tapi mungkin setelah sekitar 1
bulan dan
seterusnya baru bapak bisa mengirimi uang.”
Ibu
aan : “bagaimana kalau kita kontrakan saja rumah ini pak?untuk sementara,aku
dan
Irma tinggal di gudang kecil di pinggir rumah ibuku,biar nanti aku
bersihkan agar
lebih nyaman kalau hanya untuk tempat tidur dan berteduh.dan aku akan
mencoba
bekerja sebagai pembantu rumah
tangga selama bapak pergi.”
Pak
iin : “apa irma akan baik-baik saja bu dengan kondisi kita sekarang ini?kasihan
Irma untuk
anak seumurannya harus sudah merasakan kepahitan dalam lika-liku hidup
ini.”
Ibu
aan : “ya mau bagaimana lagi pak,ini sudah menjadi jalan kita.kita tidak tahu
kan apa yang
akan direncanakan allah selanjutnya,siapa tahu untuk kedepan kita bisa
lebih baik.”
Pak
iin : “mudah-mudahan saja ya bu.”
***
Sementara disekolah,bel berbunyi
tanda jam istirahat.dan semua murid berbondong-bondong keluar kelas untuk
membeli jajanan.begitu juga Irma,teman-temannya mengajaknya untuk membeli
jajanan di pedagang kaki lima.
Devi
: “Irma,ayo kita jajan!”
Icha
: “ya,aku dengar diluar ada yang
menjual makanan enak loh!”icha menyetujui ajakan
Devi.
Irma
: “oh ya?kalau begitu ayo kita
keluar..”
Sesampainya diluar,Irma yang hanya
mempunyai uang seribu rupiah saja bingung akan dibelikan dengan apa.pilihannya
uang sejumlah itu hanya bisa dibelikan untuk membeli permen atau es yang
harganya 500 rupiah.sementara teman-temannya tengah membeli nasi goreng dan
minumannya.akhirnya Irma hanya bisa membelikan uang 1000 rupiah tadi ke es dan
makanan ringan yang harganya masing-masing 500 rupiah.
Devi
: “Irma,sudah?”
Irma
: “ya,icha mana?”
Devi
: “itu dia!icha……!”(menunjuk dan
berteriak memaggil icha)
Icha
: “yaaa…aku sudah selesai.”(bergegas
menghampiri devi dan Irma dan mereka pun
kembali kelas untuk menyantap jajanan yang sudah dibeli).
Mereka bertiga duduk dibangku
menyantap makanannya masing-masing sambil mengobrol dan tertawa riang.tetapi
jessika dan teman-temannya yang sombong
menghampiri mereka bertiga dan seperti berniat untuk sesuatu.
Jessika
: “wah wah waaah..ada yang sedang pesta makanan sepertinya!”
Indri
: “yang seperti ini disebut pesta
makanan?”sindirnya sinis.
Jessika
: “iya!tapi dengan makanan yang sangat murah-murah!hahahahaha….apalagi Irma!
makanannya hanya dengan snack dan es yang harganya lima ratusan saja!
ya ampun..sungguh kasihan!hahahaha…”(dengan nada mencibir)
Yola
: “lihat jajanan kami!kita membeli
hamburger dan ice cream yang rasanya tentu saja
enak dan mahal!tidak seperti yang kalian beli itu!
Irma yang tidak tahan dengan ejekan
jessika dan teman-temannya itu langsung berdiri dan menggertak.
Irma
: “hei jessika!jangan seenaknya ya
kamu menghina makanan kami ini!toh yang merasa-
kan dan menginginkan untuk membeli makanan ini adalah kami
sendiri!mengapa
jadi kamu sendiri yang repot?!lebih baik kamu menjauh dari kami dan
nikmati
makanan mahal mu itu!”
Devi
: “ya betul!”
Icha
: “untuk apa kamu memerkan makanan
mahal itu!?sungguh kurang kerjaan!”
Jessika
: “ish!dasar kalian ini!ayo teman-teman kita pergi!”
Indri
: “awas ya kalian!dasar anak miskin!”
Akhirnya jessika dan teman-temannya
pun pergi menjauh dari tempat Irma,devi,dan icha.
Icha
: “dasar jessika!apa dia tidak
diajarkan sopan santun oleh orang tuanya?sehingga bersikap
seperti itu!
Irma
: “biarkanlah!buat apa kita membahas
orang seperti jessika,lebih baik kita lanjut
makan..”
Devi
: “ya..itu lebih baik..”
***
Bel tanda pulang sekolah pun
berbunyi,Irma dan murid-murid lainnya pun lekas pulang ke rumahnya
masing-masing.
Sesampainya di rumah,Irma
mengucapkan salam kepada orang rumah.
Irma
: “assalamu’alaikum..ibu..ima
pulang..!”
Ibu
aan : “eeh,,anak ibu sudah pulang..bagaimana tadi disekolah?”
Irma
: “baik bu”
Ibu
aan : “ya sudah,ganti baju habis itu makan ya!”
Irma
: “oke bu!”(semangatnya Irma menjawab
walau disekolah ia telah mendapatkan hinaan
Dari temannya yang kurang mendapat didikan yang bagus).
Selesai mengganti baju,Irma
mengambil makan yang menu makanannya pun hanya seadanya.tetapi Irma yang sudah
terbiasa sepertinya nikmat-nikmat saja dengan menu tersebut.dan ia pun makan
dekat dengan ibunya.
Irma
: “ibu,makan!”ajaknya pada ibu.
Ibu
aan: “ibu sudah makan kok.oh ia,ibu mau meberitahu sesuatu.”
Irma
: “apa itu bu?”
Ibu
aan : “minggu depan bapak akan
bekerja di tempat yang jauh.maka dari itu bapak akan
Meninggalkan kita sementara.tapi..setelah ayah pulang nanti,ayah akan
bawa uang
Banyak untuk kita. tapi rumah ini
juga akan dikontrakan untuk biaya hidup kita selama
Bapak pergi.apa ima keberatan?kalau keberatan,biar nanti ibu dan bapak
bicarakan
Lagi.”
Irma
: “hmmm…tidak apa-apa lah bu,yang penting
kewajiban ima hanya belajar dan
membantu ibu,untuk selebihnya terserah ibu dan bapak saja.”
Ibu
aan: “kamu memang anak yang pengertian!ibu bangga dengan kamu!”
Irma
: “iyalah bu..aku kan harus jadi anak
baik dan patuh pada orang tua seperti yang
Sudah ibu ajarkan pada ima!iya kan bu?!”
ibu
aan: “iya..”(ibu aan hanya tersenyum haru melihat anaknya yang begitu tegar dan
polos).
***
Seminggu kemudian tepatnya dihari
minggu,pak iin akan pergi ke Sumatra untuk bekerja sebagai operator beko.untuk
biaya perjalanan ke Sumatra telah dibiayai oleh orang yang membutuhkan pekerja
seperti bapak iin ini.sebelum pak iin meninggalkan tempat tinggalnya,ia
berpamitan dengan keluarganya dan tetangganya terlebih dahulu.
Ibu
aan: “hati-hati ya pak..jaga diri baik-baik selama berada disana..”
Pak
iin: “iya bu,do’akan bapak semoga setelah pulang nanti bapak bisa memperbaiki
keadaan
kita saat ini.nah,buat ima..sering-sering bantu ibu ya!jangan merengek
terus selama
bapak pergi!dan sekolah yang baik,agar menjadi
anak yang pintar!oke?!”
Irma
: “mm!”mengangguk dengan sedih.
Pak
iin: “bapak pergi dulu ya!assalamu’alaikum..”
Irma
dan ibu aan : “wa’alaikum salam..” sambil melambaikan tangan dengan kepergian sang
Kepala
keluarga untuk memenuhi kewajibannya sebagai seorang suami.
Tiba-tiba Irma meneriaki
ayahnya.
Irma
: “bapak…!!!” dan pak iin pun menoleh
mendengar panggilan anaknya itu.
Irma
: “ima akan selalu rindu dan menanti
kepulangan bapak!”berteriak dengan tersedu-sedu.
Pak
iin: “ya..do’akan bapak ya!”(setelah balas meneriaki,pak iin melanjutkan
langkahnya dan
mulai menghilang dari pandangan keluarga yang ditinggalkannya).
Akhirnya proses berpamitan tersebut
diakhiri dengan tangisan Irma yang sedih karena ditinggal pergi ayahnya.
***
Satu minggu kemudian…setelah
kepergian pak iin,ternyata ada yang berniat menyewa rumah ibu aan.maka dari itu
ibu aan sesegera mungkin memindahkan barang-barangnya yang tidak seberapa ke
gudang kecil dipinggir rumah ibunya yang telah dibersihakan.
Malam harinya,ibu aan dan Irma sudah
menempati tempat barunya untuk tidur dan berteduh selama rumahnya
dikontrakan.karena siang harinya orang yang menyewa sudah menempati rumah ibu
aan.
ibu
aan: “ima,kamu sudah membawa semua buku pelajaranmu kan?tata dengan rapih ya!”
Irma :
“sudah kok bu..”
Ibu
aan: “yasudah,kalau begitu sekarang kamu tidur ya!sudah malam.besok ima kan
harus
sekolah..”
Irma
: “ya bu..”
Akhirnya mereka berdua tertidur
lelap walaupun dengan kamar seadanya yang tidak terlalu luas.bahakan bisa
dibilang sempit.tetapi dengan ketabahan yang begitu besar, mereka dapat
menerima semua itu dengan lapang dada.
***
Dua
tahun kemudian..
Kini Irma dan teman-temannya yang
lain sudah lulus dari tingkat SD nya.bertepatan dengan hari ini adalah hari pelulusan dan kenaikan
kelas untuk SDN Sukaresmi 02.dengan acara yang salah satunya adalah pengumuman
yang mendapatkan peringkat kelas dan pertunjukan karya seni dari siswa siswi
SDN Sukaresmi 02.terutama Irma,ia mendapatkan kepercayaan dari gurunya untuk
berpidato dalam bahasa inggris dengan teks yang sudah disiapkan oleh gurunya.
Pembawa
acara : “para hadirin yang terhormat,untuka acara selanjutnya adalah kita
akan mendengarkan pidato dari salah satu
murid kami dengan bahasa inggris.
untuk Siti Irmawati dipersilahkan naik ke
panggung.”(para penonton bertepuk
tangan).
Irma
: “assalamu’alaikum wr wb..ladies and
gentleman, . . . . .”
Dan Irma pun berpidato bahasa
inggris dengan baik walaupun rasa canggung menyertainya.tetapi akhirnya ia
berhasil membawakannya tanpa masalah.
Irma
: “thank you,wassalamu’alaikum wr wb”
(sorak bangga para penonton pun riuh setelah
Irma selesai berpidato.begitupun ibunya yang ikut menonton).
Pembawa
acara: “baiklah,itu dia persembahan dari salah satu murid kami untuk selebihnya kita
patut berbangga atas keberaniannya untuk
tampil di panggung.untuk acara
selanjutnya yaitu pengumuman yang
mendapatkan peringkat dikelas.saya
mulai dari kelas 1,untuk juara 3 jatuh kepada…. Leny
Oktaviani!selamat..!
untuk yang dipanggil namanya dipersilahkan langsung naik ke panggung”.
Begitu seterusnya sang pembawa acara
memanggil satu-persatu siswa-siswi yang berhasil mendapatkan prestasi.hingga
pada akhirnya sampai pada pengumuman untuk kelas 6.untuk peringkat ke 3 jatuh
pada icha septiani,dan peringkat ke 2 jatuh pada khoerunnisa.lalu pembawa acara
pun melanjutkan pengumumannya untuk peringkat 1.
Pembawa
acara: “dan untuk juara 1 adalah…………Siti Irmawati!!!”
Irma yang kaget namanya dipanggil
bergegas naik ke panggung untuk menerima beberapa penghargaan.begitu terlihat
jelas di raut wajahnya yang menunjukan mimik bahagia.begitu pula ibunya,ibu aan
sungguh sangat bangga akan prestasi dan nilai kelulusan yang didapatkan oleh putrinya.
Acara pelulusan dan kenaikan kelas
pun selesai.irma dan ibu nya pun pulang ke rumah kecilnya dengan perasaan
bahagia.
***
Ibu
aan: “wah,bapak pasti akan bangga kalau mendegar ima dapat peringkat
1!bagaimana kalau
kita telepon bapak?”
Irma
: “iya bu!aku sungguh ingin dengar
suara bapak!”
Ibu
aan: “sebentar ya,ibu hubungi dulu”(kini ibu aan telah mempunyai telepon
genggam karena
Pak iin telah mengirimi uang yang ternyata lebih dari cukup.sehingga ibu
aan memutus-
kan untuk membeli telepon genggam agar lebih mudah berkomunikasi dengan
pak iin).
Ibu
aan: “assalamu’alaikum,,halo?..pak?”
Pak
iin: “ya bu,ada apa telepon bapak?”
Ibu
aan: “ini,Irma punya kabar berita dan ingin bicara dengan bapak..”
Ibu pun memberikan teleponnya kepada
Irma.
Irma
: “halo bapak?”
Pak
iin : “iya anaku..kata ibu ima punya kabar berita?apa itu?”
Irma
: “pak,ima lulus dan dapat peringkat
1!”
Pak
iin : “yang benar?waaah bapak bangga dengan kamu!bagus!”
Irma
: “anak siapa dulu!anak bapak …ahahahaha”
Pak
iin : “iya..iya…anak bapak!maka dari itu,kalau jadi anak bapak,ima harus lebih
rajin lagi
Belajarnya!karena pasti kan ima akan melanjutkan ke SMP,dan persaingan
akan
Semakin ketat!jangan lupa pesan bapak ini ya!”
Irma
: “siap bos!hehe”
Pak
iin : “yasudah,bapak mau melanjutkan bekerja dulu.ima belajar yang giat lagi
ya!assalamu’alaikum..”tutupnya dari seberang sana.
Irma
: “walaikum salam…
***
Sebulan
kemudian..,tepatnya bulan juli 2006..
Kini Irma sudah tercatat sebagai
siswi SMP salah satu sekolah negeri.tetapi kini ia harus berpisah dengan
teman-teman baiknya seperti icha dan devi.karena mereka melanjutkan disekolah
yang berbeda.tetapi di SMP kini ia mendapatkan banyak teman yang tidak kalah
baiknya dengan icha dan devi.
Malam hari..di tempat tinggalnya
yang sempit irma tengah tiduran di kasur dan menyempatkan diri untuk menulis di
buku hariannya (diary) .sepertinya ia mulai merasakan kepedihan keluarganya
selama ini..
Dear
diary…
Diary,malam ini
aku sungguh rindu pada bapak..aku sungguh tidak kuasa menahan air mata ketika
melihat foto bapak…aku sungguh ingin bapak cepat pulang!
Melihat kondisi
keluargaku,aku sungguh merasa miris..wajahku bisa terlihat bahagia,,tapi di
hatiku yang sebenarnya..ini sungguh mnenyedihakan.aku tidak mau membuat ibu
sedih jika melihat aku mengeluh.maka dari itu aku hanya bisa memendamnya dalam
hati seorang diri.entah mengapa aku terlalu sulit untuk berbagi cerita dengan
teman-temanku dan ibuku..aku lebih senang menyimpan semua ini sendiri walaupun
sebenarnya pahit..
Aku hanya bisa
berharap kehidupanku akan menjadi lebih baik..dengan menjadi sebuah keluarga
yang tercukupi dan bahagia.aku percaya bahwa adanya istilah roda berputar dalam
kehidupan.mungkin kini keluargaku berada di bawah,tapi aku percaya suatu saat
nanti keluargaku akan berada diatas!aku percaya itu! . . .
Ia pun selesai menulis diary nya yang di
iringi dengan isak tangis itu.irma yang menyadari ibunya memanggil namanya
langsung berpura-pura tidur sambil memeluk diary dan foto ayahnya.ibu aan pun
yang sedang memastikan putrinya sudah tidur atau belum menganggap anaknya sudah
tidur karena tidak ada jawaban dari panggilan itu.dan ibu aan pun bergegas
untuk tidur pula,karena hari sudah larut malam.
***
4 bulan kemudian..tepatnya dibulan puasa..
Esok adalah hari terakhir berpuasa.dan
ternyata pak iin hari ini akan pulang dari Sumatra.irma yang mengetahui itu
sungguh tidak sabar menunggu kepulangan ayahnya.
Tepat
jam 13.00 irma tengah bermain di rumah temannya yang tidak terlalu jauh dengan
rumahnya sendiri.tiba-tiba ia mendapat kabar dari seorang anak kecil bernama
beni yang memberitahu bahwa ayahnya telah pulang.
Beni
: “teteh,bapak teteh sudah pulang!”
Irma
: “yang benar beni?!!teman-teman,aku
pulang dulu ya!”irma kaget dan langsung berlari
girang ke rumah untuk menemui ayahnya.
Irma yang melihat ayahnya sudah didalam
rumah bersama ibunya langsung berlari dan memeluk ayahnya itu.
Irma
: “bapak…….!!!!!!!”
Pak
iin : “anakku..!kemari sayang!”
Irma
: “hiks..hiks..ima rindu dengan
bapak..”tangisnya.
Pak iin : “iya..bapak juga rindu dengan
ima!sudah jangan menangis..anak bapak tidak boleh
cengeng ah!oh iya,ayah punya sesuatu untuk ima.”
Irma
: “apa itu pak?”
Pak
iin : “tadaaaaa….”
Pak iin menunjukan hadiahnya yang
ternyata benda itu adalah jam tangan yang lucu.irma memang saat ini sedang
sangat ingin memiliki jam tangan.dan pak iin yang mengetahui itu pun
membelikannya ketika diperjalanan menuju pulang dari Sumatra.
Irma
: “waaahh..ini sungguh bagus!aku
sangat menyukainya!terima kasih pak!”
Pak
iin : ‘iya sama-sama..sekalian ini adalah bentuk penghargaan dari bapak karena
kamu sudah
bisa menjadi anak yang pintar dan patuh pada ibu selama bapak pergi.”
Irma
: “hehehehe…”irma hanya bisa tertawa
dengan kata-kata ayahnya.
Ibu
aan: “apa yang ibu bilang benar kan!pada akhirnya allah sudah merencanakan
kebahagiaan
yang kita tidak ketahui!”
Irma
: “ya ibu benar!allah memang tidak
akan membiaran hambanya yang senantiasa selalu
bersabar dalam menjalani hidupnya.”
Akhirnya keluarga pak iin berkumpul
kembali pada hari dimana menjelang idul fitri.dan mereka pun melanjutkan
obrolannya lebih lama lagi setelah sekian lama terpisahkan.
***
2
tahun kemudian..
Kini kehidupan keluarga pak iin
menjadi lebih dari cukup.rumah yang dulu disewakan kini telah kembali
ditempati.bahkan kini mereka mempunyai 1 buah kendaraan pribadi dan 1 usaha
berdagang.
Pak iin pun kini menjadi seorang
kontraktor yang penghasilanya dimana 1 proyek bisa menghasilkan keuntungan
puluhan juta rupiah.karena setelah jatuh bangun dari setiap usahanya akhirnya
pak iin mendapatkan kepercayaan dari bos nya untuk memodali proyek yang akan di
jalani oleh pak iin.
Dan ibu aan pun sudah berhenti dari
pekerjaannya sebagai pembantu rumah tangga karena kini penghasilan suaminya
telah lebih dari cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
Begitu pula Irma,kini ia menjadi
seorang siswa yang selalu mendapatkan prestasi dikelasnya.
Walaupun dengan semua keberhasilan
tersebut,keluarga ini tidak sama sekali lantas menjadi orang yang sombong atas
keberhasilannya,justru mereka selalu menyisihkan dari penghasilannya untuk para
jompo dan anak yatim piatu.
…
Aku hanya bisa
berharap kehidupanku akan menjadi lebih baik..dengan menjadi sebuah keluarga
yang tercukupi dan bahagia.aku percaya bahwa adanya istilah roda berputar dalam
kehidupan.mungkin kini keluargaku berada di bawah,tapi aku percaya suatu saat
nanti keluargaku akan berada diatas!aku percaya itu! . . .
-SELESAI-
Karya
: Siti Irmawati
# Kisah nyata dari keluargaku :')
Comments
Post a Comment