Naskah Dramaku adalah Cerita Hidupku


LIKA – LIKU SEBUAH KELUAGA

            Di sebuah perkampungan,terdapat satu keluaga yang mempunyai 1 orang anak,dan keluarga itu tinggal berdempetan dengan rumah ibu sang istri.pada keluaga ini pak iin adalah menjadi kepala keluaga,dengan seorang istri yaitu ibu aan,dan seorang anak yang bernana Irma yang masih duduk dibangku kelas 5 SD.
            Di senin pagi yang cerah Irma memulai aktifitasnya untuk pergi sekolah.
Irma     : “ibu,ima pergi sekolah dulu ya.”
Ibu aan: “iya,hati-hati ya nak,ini uang jajannya.jangan dibelikan dengan yang tidak berguna ya!”
(hanya memberikan uang jajan Rp. 1000 -, saja).
Irma     : “mengapa aku hanya diberi seribu saja bu?biasanya kan ibu memberiku dua ribu.”
Ibu aan: “sayang,sekarang ibu dan ayah sedang tidak terlalu punya banyak uang.dan kita harus
                Bisa berhemat.oleh sebab itu ibu terpaksa harus mengurangi uang jajan mu.tapi ima
                Tidak perlu khawatir,karena allah tidak akan membiarkan kita hidup seperti ini terus-
                Menerus.dan uang jajan ima tidak akan dikurangi lagi.”
Irma     : “oo begitu ya bu,yasudahlah tidak apa-apa.yang penting ima masih mempunyai uang
                Untuk dijajankan.assalamu’alaikum bu..”(mencium tangan ibunya).”
Ibu aan: “wa’alaikum salam..”(maafkan ibu nak..) ibu berkata dalam hatinya sambil menatap
               Anaknya yang mulai menjauh dari rumah.
            Irma pun sudah sampai disekolah dan begabung dengan teman-temannya dikelas.
Irma     : “hai icha!”
Icha     : “hai Irma!”
Irma     : “cha,kamu sudah mengerjakan PR matematika?”
Icha     : “sudah,kamu sendiri?”
Irma     : “aku juga sudah.coba aku lihat punya mu..”
            Lalu tiba-tiba teman Irma Jessika yang terkenal berperilaku kurang baik alias sombong karena kekayaannya datang menghampiri Irma dan icha dan langsung mengambil buku matematika Irma tanpa meminta ijin.
Jessika : “oups,!hmm ini buku matematika mu ya Irma!apakah kamu sudah mengerjakannya?”
Irma     : “sudah.memangnya kenapa?kembalikan bukuku!kau mengambil bukuku tanpa ijin!”
Jessika : “kalau begitu aku ingin meminjam buku mu ini untuk mengerjakan PR ku.karena
    Semalam aku habis ke mall dengan orang tuaku,makannya aku tidak sempat menger-
    Jakan tugas.”
Irma     : “tapi…..”
Jessika : “eit!tidak usah memakai kata tapi-tapi!pokoknya aku pinjam bukumu ini!”(jessika
                Memaksa untuk meminjam buku Irma dan lekas pergi ke tempat duduknya).
Irma     : (Irma hanya berdiam pasrah).
Icha     : “sabar ya Irma.orang seperti dia tidak usah diladeni!biarkan saja.suatu saat nanti pasti
                dia akan mendapatkan balasannya!”(icha berusaha untuk menghiburnya).
Bel masuk pun berbunyi tanda dimulainya kegiatan belajar mengajar.
***
            Dirumah,ibu aan tengah membereskan rumahnya dan memasak sebagaimana yang dilakukan ibu rumah tangga lainnya.sedangkan pak iin sedang memperbaiki radio yang bisa dibilang sudah cukup usang.ditengah perkerjaannya masing-masing itu,ibu aan yang berada didapur dengan jarak yang tidak terlalu jauh dengan tempat pak iin memulai untuk mengobrolkan sesuatu.
Ibu aan : “pak,bagaimana ini?keungan kita semakin menipis,dah hutang-hutang semakin melilit.”
Pak iin : “bagaimana ya bu,bapak sendiri bingung.oh iya kemarin ada teman bapak yang
                 menawarkan kepada bapak untuk bekerja sebagai operator beko di Sumatra.
                 untuk gajinya sendiri dia bilang cukup lumayan.tapi..apa ibu dan Irma tidak apa-apa
                 kalau bapak tinggalkan untuk merantau?
ibu aan : “kalau menurut ibu lebih baik diterima lah pak.daripada bapak disini
    penghasilannya juga hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari saja.apa salahnya
    jika pekerjaan itu diambil”
pak iin : “lalu ibu dan Irma bagaimana?bapak tidak punya banyak uang untuk biaya sehari-hari
               ibu dan Irma selama bapak di Sumatra.tapi mungkin setelah sekitar 1 bulan dan
               seterusnya baru bapak bisa mengirimi uang.”
Ibu aan : “bagaimana kalau kita kontrakan saja rumah ini pak?untuk sementara,aku dan
     Irma tinggal di gudang kecil di pinggir rumah ibuku,biar nanti aku bersihkan agar
     lebih nyaman kalau hanya untuk tempat tidur dan berteduh.dan aku akan mencoba
     bekerja sebagai pembantu rumah tangga selama bapak pergi.”
Pak iin : “apa irma akan baik-baik saja bu dengan kondisi kita sekarang ini?kasihan Irma untuk
    anak seumurannya harus sudah merasakan kepahitan dalam lika-liku hidup ini.”
Ibu aan : “ya mau bagaimana lagi pak,ini sudah menjadi jalan kita.kita tidak tahu kan apa yang
     akan direncanakan allah selanjutnya,siapa tahu untuk kedepan kita bisa lebih baik.”
Pak iin : “mudah-mudahan saja ya bu.”
***
            Sementara disekolah,bel berbunyi tanda jam istirahat.dan semua murid berbondong-bondong keluar kelas untuk membeli jajanan.begitu juga Irma,teman-temannya mengajaknya untuk membeli jajanan di pedagang kaki lima.
Devi    : “Irma,ayo kita jajan!”
Icha     : “ya,aku dengar diluar ada yang menjual makanan enak loh!”icha menyetujui ajakan
               Devi.
Irma     : “oh ya?kalau begitu ayo kita keluar..”
            Sesampainya diluar,Irma yang hanya mempunyai uang seribu rupiah saja bingung akan dibelikan dengan apa.pilihannya uang sejumlah itu hanya bisa dibelikan untuk membeli permen atau es yang harganya 500 rupiah.sementara teman-temannya tengah membeli nasi goreng dan minumannya.akhirnya Irma hanya bisa membelikan uang 1000 rupiah tadi ke es dan makanan ringan yang harganya masing-masing 500 rupiah.
Devi    : “Irma,sudah?”
Irma     : “ya,icha mana?”
Devi    : “itu dia!icha……!”(menunjuk dan berteriak memaggil icha)
Icha     : “yaaa…aku sudah selesai.”(bergegas menghampiri devi dan Irma dan mereka pun
               kembali kelas untuk menyantap jajanan yang sudah dibeli).
            Mereka bertiga duduk dibangku menyantap makanannya masing-masing sambil mengobrol dan tertawa riang.tetapi jessika dan  teman-temannya yang sombong menghampiri mereka bertiga dan seperti berniat untuk sesuatu.
Jessika : “wah wah waaah..ada yang sedang pesta makanan sepertinya!”
Indri    : “yang seperti ini disebut pesta makanan?”sindirnya sinis.
Jessika : “iya!tapi dengan makanan yang sangat murah-murah!hahahahaha….apalagi Irma!
                makanannya hanya dengan snack dan es yang harganya lima ratusan saja!
                ya ampun..sungguh kasihan!hahahaha…”(dengan nada mencibir)
Yola    : “lihat jajanan kami!kita membeli hamburger dan ice cream yang rasanya tentu saja
               enak dan mahal!tidak seperti yang kalian beli itu!
            Irma yang tidak tahan dengan ejekan jessika dan teman-temannya itu langsung berdiri dan menggertak.
Irma     : “hei jessika!jangan seenaknya ya kamu menghina makanan kami ini!toh yang merasa-
               kan dan menginginkan untuk membeli makanan ini adalah kami sendiri!mengapa
               jadi kamu sendiri yang repot?!lebih baik kamu menjauh dari kami dan nikmati
               makanan mahal mu itu!”
Devi    : “ya betul!”
Icha     : “untuk apa kamu memerkan makanan mahal itu!?sungguh kurang kerjaan!”
Jessika : “ish!dasar kalian ini!ayo teman-teman kita pergi!”
Indri    : “awas ya kalian!dasar anak miskin!”
            Akhirnya jessika dan teman-temannya pun pergi menjauh dari tempat Irma,devi,dan icha.
Icha     : “dasar jessika!apa dia tidak diajarkan sopan santun oleh orang tuanya?sehingga bersikap
               seperti itu!
Irma     : “biarkanlah!buat apa kita membahas orang seperti jessika,lebih baik kita lanjut
   makan..”
Devi    : “ya..itu lebih baik..”
***

            Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi,Irma dan murid-murid lainnya pun lekas pulang ke rumahnya masing-masing.
            Sesampainya di rumah,Irma mengucapkan salam kepada orang rumah.
Irma     : “assalamu’alaikum..ibu..ima pulang..!”
Ibu aan : “eeh,,anak ibu sudah pulang..bagaimana tadi disekolah?”
Irma     : “baik bu”
Ibu aan : “ya sudah,ganti baju habis itu makan ya!”
Irma     : “oke bu!”(semangatnya Irma menjawab walau disekolah ia telah mendapatkan hinaan
               Dari temannya yang kurang mendapat didikan yang bagus).
            Selesai mengganti baju,Irma mengambil makan yang menu makanannya pun hanya seadanya.tetapi Irma yang sudah terbiasa sepertinya nikmat-nikmat saja dengan menu tersebut.dan ia pun makan dekat dengan ibunya.
Irma     : “ibu,makan!”ajaknya pada ibu.
Ibu aan: “ibu sudah makan kok.oh ia,ibu mau meberitahu sesuatu.”
Irma     : “apa itu bu?”
Ibu aan            : “minggu depan bapak akan bekerja di tempat yang jauh.maka dari itu bapak akan
   Meninggalkan kita sementara.tapi..setelah ayah pulang nanti,ayah akan bawa uang
               Banyak untuk kita. tapi rumah ini juga akan dikontrakan untuk biaya hidup kita selama  
               Bapak pergi.apa ima keberatan?kalau keberatan,biar nanti ibu dan bapak bicarakan
               Lagi.”
Irma     : “hmmm…tidak apa-apa lah bu,yang penting kewajiban ima hanya belajar dan
   membantu ibu,untuk selebihnya terserah ibu dan bapak saja.”
Ibu aan: “kamu memang anak yang pengertian!ibu bangga dengan kamu!”
Irma     : “iyalah bu..aku kan harus jadi anak baik dan patuh pada orang tua seperti yang
   Sudah ibu ajarkan pada ima!iya kan bu?!”
ibu aan: “iya..”(ibu aan hanya tersenyum haru melihat anaknya yang begitu tegar dan polos).
***
            Seminggu kemudian tepatnya dihari minggu,pak iin akan pergi ke Sumatra untuk bekerja sebagai operator beko.untuk biaya perjalanan ke Sumatra telah dibiayai oleh orang yang membutuhkan pekerja seperti bapak iin ini.sebelum pak iin meninggalkan tempat tinggalnya,ia berpamitan dengan keluarganya dan tetangganya terlebih dahulu.
Ibu aan: “hati-hati ya pak..jaga diri baik-baik selama berada disana..”
Pak iin: “iya bu,do’akan bapak semoga setelah pulang nanti bapak bisa memperbaiki keadaan
   kita saat ini.nah,buat ima..sering-sering bantu ibu ya!jangan merengek terus selama
  bapak pergi!dan sekolah yang baik,agar menjadi anak yang pintar!oke?!” 
Irma     : “mm!”mengangguk dengan sedih.
Pak iin: “bapak pergi dulu ya!assalamu’alaikum..”
Irma dan ibu aan : “wa’alaikum salam..” sambil melambaikan tangan dengan kepergian sang
                                Kepala keluarga untuk memenuhi kewajibannya sebagai seorang suami.
                                Tiba-tiba Irma meneriaki ayahnya.
Irma     : “bapak…!!!” dan pak iin pun menoleh mendengar panggilan anaknya itu.
Irma     : “ima akan selalu rindu dan menanti kepulangan bapak!”berteriak dengan tersedu-sedu.
Pak iin: “ya..do’akan bapak ya!”(setelah balas meneriaki,pak iin melanjutkan langkahnya dan
              mulai menghilang dari pandangan keluarga yang ditinggalkannya).
            Akhirnya proses berpamitan tersebut diakhiri dengan tangisan Irma yang sedih karena ditinggal pergi ayahnya.
***
            Satu minggu kemudian…setelah kepergian pak iin,ternyata ada yang berniat menyewa rumah ibu aan.maka dari itu ibu aan sesegera mungkin memindahkan barang-barangnya yang tidak seberapa ke gudang kecil dipinggir rumah ibunya yang telah dibersihakan.
            Malam harinya,ibu aan dan Irma sudah menempati tempat barunya untuk tidur dan berteduh selama rumahnya dikontrakan.karena siang harinya orang yang menyewa sudah menempati rumah ibu aan.
ibu aan: “ima,kamu sudah membawa semua buku pelajaranmu kan?tata dengan rapih ya!”
Irma     : “sudah kok bu..”
Ibu aan: “yasudah,kalau begitu sekarang kamu tidur ya!sudah malam.besok ima kan harus
               sekolah..”
Irma     : “ya bu..”
            Akhirnya mereka berdua tertidur lelap walaupun dengan kamar seadanya yang tidak terlalu luas.bahakan bisa dibilang sempit.tetapi dengan ketabahan yang begitu besar, mereka dapat menerima semua itu dengan lapang dada.
***



Dua tahun kemudian..
            Kini Irma dan teman-temannya yang lain sudah lulus dari tingkat SD nya.bertepatan dengan  hari ini adalah hari pelulusan dan kenaikan kelas untuk SDN Sukaresmi 02.dengan acara yang salah satunya adalah pengumuman yang mendapatkan peringkat kelas dan pertunjukan karya seni dari siswa siswi SDN Sukaresmi 02.terutama Irma,ia mendapatkan kepercayaan dari gurunya untuk berpidato dalam bahasa inggris dengan teks yang sudah disiapkan oleh gurunya.
Pembawa acara : “para hadirin yang terhormat,untuka acara selanjutnya adalah kita
     akan mendengarkan pidato dari salah satu murid kami dengan bahasa inggris.
     untuk Siti Irmawati dipersilahkan naik ke panggung.”(para penonton bertepuk
     tangan).
Irma     : “assalamu’alaikum wr wb..ladies and gentleman, . . . . .”
            Dan Irma pun berpidato bahasa inggris dengan baik walaupun rasa canggung menyertainya.tetapi akhirnya ia berhasil membawakannya tanpa masalah.
Irma     : “thank you,wassalamu’alaikum wr wb” (sorak bangga para penonton pun riuh setelah
               Irma selesai berpidato.begitupun ibunya yang ikut menonton).
Pembawa acara: “baiklah,itu dia persembahan dari salah satu murid kami  untuk selebihnya kita
                            patut berbangga atas keberaniannya untuk tampil di panggung.untuk acara
    selanjutnya yaitu pengumuman yang mendapatkan peringkat dikelas.saya
    mulai dari kelas 1,untuk juara 3 jatuh kepada…. Leny Oktaviani!selamat..!
    untuk yang dipanggil namanya dipersilahkan langsung naik ke panggung”.
            Begitu seterusnya sang pembawa acara memanggil satu-persatu siswa-siswi yang berhasil mendapatkan prestasi.hingga pada akhirnya sampai pada pengumuman untuk kelas 6.untuk peringkat ke 3 jatuh pada icha septiani,dan peringkat ke 2 jatuh pada khoerunnisa.lalu pembawa acara pun melanjutkan pengumumannya untuk peringkat 1.
Pembawa acara: “dan untuk juara 1 adalah…………Siti Irmawati!!!”
            Irma yang kaget namanya dipanggil bergegas naik ke panggung untuk menerima beberapa penghargaan.begitu terlihat jelas di raut wajahnya yang menunjukan mimik bahagia.begitu pula ibunya,ibu aan sungguh sangat bangga akan prestasi dan nilai kelulusan  yang didapatkan oleh putrinya.
            Acara pelulusan dan kenaikan kelas pun selesai.irma dan ibu nya pun pulang ke rumah kecilnya dengan perasaan bahagia.
***
Ibu aan: “wah,bapak pasti akan bangga kalau mendegar ima dapat peringkat 1!bagaimana kalau
   kita telepon bapak?”
Irma     : “iya bu!aku sungguh ingin dengar suara bapak!”
Ibu aan: “sebentar ya,ibu hubungi dulu”(kini ibu aan telah mempunyai telepon genggam karena
               Pak iin telah mengirimi uang yang ternyata lebih dari cukup.sehingga ibu aan memutus-
               kan untuk membeli telepon genggam agar lebih mudah berkomunikasi dengan pak iin).
Ibu aan: “assalamu’alaikum,,halo?..pak?”
Pak iin: “ya bu,ada apa telepon bapak?”
Ibu aan: “ini,Irma punya kabar berita dan ingin bicara dengan bapak..”
            Ibu pun memberikan teleponnya kepada Irma.
Irma     : “halo bapak?”
Pak iin : “iya anaku..kata ibu ima punya kabar berita?apa itu?”
Irma     : “pak,ima lulus dan dapat peringkat 1!”
Pak iin : “yang benar?waaah bapak bangga dengan kamu!bagus!”
Irma     : “anak siapa dulu!anak bapak …ahahahaha”
Pak iin : “iya..iya…anak bapak!maka dari itu,kalau jadi anak bapak,ima harus lebih rajin lagi
   Belajarnya!karena pasti kan ima akan melanjutkan ke SMP,dan persaingan akan
   Semakin ketat!jangan lupa pesan bapak ini ya!”
Irma     : “siap bos!hehe”
Pak iin : “yasudah,bapak mau melanjutkan bekerja dulu.ima belajar yang giat lagi
                ya!assalamu’alaikum..”tutupnya dari seberang sana.
Irma     : “walaikum salam…
***




Sebulan kemudian..,tepatnya bulan juli 2006..
            Kini Irma sudah tercatat sebagai siswi SMP salah satu sekolah negeri.tetapi kini ia harus berpisah dengan teman-teman baiknya seperti icha dan devi.karena mereka melanjutkan disekolah yang berbeda.tetapi di SMP kini ia mendapatkan banyak teman yang tidak kalah baiknya dengan icha dan devi.
            Malam hari..di tempat tinggalnya yang sempit irma tengah tiduran di kasur dan menyempatkan diri untuk menulis di buku hariannya (diary) .sepertinya ia mulai merasakan kepedihan keluarganya selama ini..
            Dear diary…
Diary,malam ini aku sungguh rindu pada bapak..aku sungguh tidak kuasa menahan air mata ketika melihat foto bapak…aku sungguh ingin bapak cepat pulang!
Melihat kondisi keluargaku,aku sungguh merasa miris..wajahku bisa terlihat bahagia,,tapi di hatiku yang sebenarnya..ini sungguh mnenyedihakan.aku tidak mau membuat ibu sedih jika melihat aku mengeluh.maka dari itu aku hanya bisa memendamnya dalam hati seorang diri.entah mengapa aku terlalu sulit untuk berbagi cerita dengan teman-temanku dan ibuku..aku lebih senang menyimpan semua ini sendiri walaupun sebenarnya pahit..
Aku hanya bisa berharap kehidupanku akan menjadi lebih baik..dengan menjadi sebuah keluarga yang tercukupi dan bahagia.aku percaya bahwa adanya istilah roda berputar dalam kehidupan.mungkin kini keluargaku berada di bawah,tapi aku percaya suatu saat nanti keluargaku akan berada diatas!aku percaya itu! . . .
Ia pun selesai menulis diary nya yang di iringi dengan isak tangis itu.irma yang menyadari ibunya memanggil namanya langsung berpura-pura tidur sambil memeluk diary dan foto ayahnya.ibu aan pun yang sedang memastikan putrinya sudah tidur atau belum menganggap anaknya sudah tidur karena tidak ada jawaban dari panggilan itu.dan ibu aan pun bergegas untuk tidur pula,karena hari sudah larut malam.
***
4  bulan kemudian..tepatnya dibulan puasa..
            Esok adalah hari terakhir berpuasa.dan ternyata pak iin hari ini akan pulang dari Sumatra.irma yang mengetahui itu sungguh tidak sabar menunggu kepulangan ayahnya.
Tepat jam 13.00 irma tengah bermain di rumah temannya yang tidak terlalu jauh dengan rumahnya sendiri.tiba-tiba ia mendapat kabar dari seorang anak kecil bernama beni yang memberitahu bahwa ayahnya telah pulang.
Beni     : “teteh,bapak teteh sudah pulang!”
Irma     : “yang benar beni?!!teman-teman,aku pulang dulu ya!”irma kaget dan langsung berlari
               girang ke rumah untuk menemui ayahnya.

            Irma yang melihat ayahnya sudah didalam rumah bersama ibunya langsung berlari dan memeluk ayahnya itu.
Irma     : “bapak…….!!!!!!!”
Pak iin : “anakku..!kemari sayang!”
Irma     : “hiks..hiks..ima rindu dengan bapak..”tangisnya.
Pak iin : “iya..bapak juga rindu dengan ima!sudah jangan menangis..anak bapak tidak boleh
   cengeng ah!oh iya,ayah punya sesuatu untuk ima.”
Irma     : “apa itu pak?”
Pak iin : “tadaaaaa….”
            Pak iin menunjukan hadiahnya yang ternyata benda itu adalah jam tangan yang lucu.irma memang saat ini sedang sangat ingin memiliki jam tangan.dan pak iin yang mengetahui itu pun membelikannya ketika diperjalanan menuju pulang dari Sumatra.
Irma     : “waaahh..ini sungguh bagus!aku sangat menyukainya!terima kasih pak!”
Pak iin : ‘iya sama-sama..sekalian ini adalah bentuk penghargaan dari bapak karena kamu sudah
   bisa menjadi anak yang pintar dan patuh pada ibu selama bapak pergi.”
Irma     : “hehehehe…”irma hanya bisa tertawa dengan kata-kata ayahnya.
Ibu aan: “apa yang ibu bilang benar kan!pada akhirnya allah sudah merencanakan kebahagiaan
               yang kita tidak ketahui!”
Irma     : “ya ibu benar!allah memang tidak akan membiaran hambanya yang senantiasa selalu
    bersabar dalam menjalani hidupnya.”
            Akhirnya keluarga pak iin berkumpul kembali pada hari dimana menjelang idul fitri.dan mereka pun melanjutkan obrolannya lebih lama lagi setelah sekian lama terpisahkan.
***






2 tahun kemudian..
            Kini kehidupan keluarga pak iin menjadi lebih dari cukup.rumah yang dulu disewakan kini telah kembali ditempati.bahkan kini mereka mempunyai 1 buah kendaraan pribadi dan 1 usaha berdagang.
            Pak iin pun kini menjadi seorang kontraktor yang penghasilanya dimana 1 proyek bisa menghasilkan keuntungan puluhan juta rupiah.karena setelah jatuh bangun dari setiap usahanya akhirnya pak iin mendapatkan kepercayaan dari bos nya untuk memodali proyek yang akan di jalani oleh pak iin.
            Dan ibu aan pun sudah berhenti dari pekerjaannya sebagai pembantu rumah tangga karena kini penghasilan suaminya telah lebih dari cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
            Begitu pula Irma,kini ia menjadi seorang siswa yang selalu mendapatkan prestasi dikelasnya.
            Walaupun dengan semua keberhasilan tersebut,keluarga ini tidak sama sekali lantas menjadi orang yang sombong atas keberhasilannya,justru mereka selalu menyisihkan dari penghasilannya untuk para jompo dan anak yatim piatu.
Aku hanya bisa berharap kehidupanku akan menjadi lebih baik..dengan menjadi sebuah keluarga yang tercukupi dan bahagia.aku percaya bahwa adanya istilah roda berputar dalam kehidupan.mungkin kini keluargaku berada di bawah,tapi aku percaya suatu saat nanti keluargaku akan berada diatas!aku percaya itu! . . .



-SELESAI-

                                                                             Karya : Siti Irmawati
                                                                            # Kisah nyata dari keluargaku :')

Comments

Popular Posts